Halal / Haram Dropship ?

Assakamualaikum wr.wb.

Terimaksih telah mensuport #komunitaspengusahasyariah, semoga ilmu kita selalu bertambah dan di Ridhai Allah SWT. Nah kali ini kita akan membahas halal atau haram penjualan system Dropship / Reseller.

Tentunya saya membuat artikel ini dengan menyertakan berbagai sumber yang jelas

Pengertian Dropship 
Dropshipping adalah teknik manajemen rantai pasokan di mana reseller atau retailer (pengecer) tidak memiliki stok barang. Pihak produsen atau grosir selaku dropshipper yang nantinya akan mengirim barang secara langsung pada pelanggan. Keuntungan didapat dari selisih harga antara harga grosir dan eceran. Tetapi beberapa reseller ada yang mendapatkan komisi yang disepakati dari penjualan yang nanti dibayarkan langsung oleh pihak grosir kepada reseller. Inilah bentuk bisnis yang banyak diminati dalam bisnis online saat ini.


Hukum Menjual Barang yang bukan Miliknya
Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ مِنْ السُّوقِ قَالَ لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, Tirmidzi no. 1232 dan Ibnu Majah no. 2187. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).

Di antara salah satu bentuk dari menjual belikan barang yang belum menjadi milik kita ialah menjual barang yang belum sepenuhnya diserahterimakan kepada kita, walaupun barang itu telah kita beli, dan mungkin saja pembayaran telah lunas. Larangan ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلاَ يَبِعْهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ

“Barangsiapa yang membeli bahan makanan, maka janganlah ia menjualnya kembali hingga ia selesai menerimanya.” Ibnu ‘Abbas mengatakan,

Berdasarkan hadist diatas bahwa jelas hukum dropship itu bisa dikatakan haram apabila barang tersebut tidak kita terima terlebih dahulu melainkan penjual langsung mengirim ke pembeli tanpa kita terima terlebih dahulu.

Solusinya ialah Reseller, beli dan terima barang tersebut terlebih dahulu di tangan anda, baru jual kembali kepada orang lain dengan margin yang sesuai (Harus Transparan/jujur)

Halal Dropshipper apabila ada akad yang jelas

Droshipper bisa menjadi halal, apabila kita berperan sebagai agen marketingnya. Alias ada akad dulu dengan produsen, dimana kalau kita bisa menjual produknya kita bisa memperoleh komisi yg jelas sesuai perjanjian.

Berikut video penjelasan Ust Khalid Basalamah tentang Dropship yang halal


Sumber lainnya :

Yang jelas transparant/jujur dan pastikan ada akadnya

https://youtu.be/6jIG1G9l2ek

https://youtu.be/q471gwDEQ4k

Dari video ini jg diperjelas klau sistemnya agen akadnya jlas dn kta memperoleh komisi maka halal

https://youtu.be/0E70o7HDkxY

Silahkan lihar referensi lainny, klau bsa cba tnyakan pertanyaan d atas kpd ustadz di sekitar kita 🙏

Afwan smga membantu

untuk lebih jelasnya lagi silahkan nonton video-vdeo lainnya. Karena masih banyak perbedaan pendapat antara ustadz-ustadz mengenai hukum dropship ini. Semoga artikel ini bermanfaat

Yuk gabung di Komunitas Pengusaha Syariah, Klik Disini